Sel Kanker Dapatkah Dilumpuhkan dengan Daun Sirsak..?
40 Persen Antibiotik Digunakan Tidak Tepat
"Sekitar 40-62 persen antibiotik digunakan untuk penyakit yang sebenarnya tidak membutuhkan antibiotik," ujar Dirjen Bina Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes Dra Sri Indrawaty, Apt, Mkes dalam acara temu media dengan tema 'Gunakan antibiotik secara tepat untuk mencegah kekebalan kuman', di Pabrik Indofarma, Cibitung, Kamis (31/3/2011).
Sri Indrawaty menuturkan data di negara berkembang menunjukkan 40 persen anak-anak dengan diare akut mendapatkan oralit dan antibiotik. Padahal untuk kasus ini antibiotik semestinya tidak perlu diberikan.
Menurut hasil penelitian Antimicrobial Resistant in Indonesia(AMRIN-Study) terbukti dari 2.494 individu di masyarakat sebanyak 43 persen bakteri E.coli resisten terhadap berbagai jenis antibiotika seperti ampisilin (34 persen).
Dan hasil penelitian 781 pasien yang dirawat di rumah sakit didapatkan sebesar 81 persen E.coli resisten terhadap berbagai jenis antibiotik seperti ampisilin (73 persen).
Untuk itu masyarakat diharapkan menggunakan antibiotik secara bijak yaitu:
- Tepat indikasi
- Tepat penderita
- Tepat obat
- Tepat dosis dan lamanya pemberian obat
- Waspada terhadap efek samping
- Pemberian informasi yang jelas
- Evaluasi.
Untuk mengoptimalkan penggunaan antimikroba ini akan diterapkan pedoman umum penggunaan antibiotik bagi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya yang berisi informasi secara rinci.
"Pedoman ini mengacu pada WHO, sehingga ada pembatasan antibiotik," ujarnya.
Sri Indrawaty memberikan beberapa tips dalam menggunakan antibiotik yaitu:
- Jangan sembarangan menggunakan antibiotik.
- Gunakan antibiotik sesuai resep dokter dengan dosis dan jangka waktu yang ada diresep.
- Tanyakan pada dokter obat mana dari resep yang mengandung antibiotik.
- Jangan gunakan atau beli antibiotik berdasarkan resep sebelumnya.
- Salah penggunaan antibiotik bisa membuatnya menjadi tidak efektif sehingga terjadi kekebalan kuman.
- Pilek, batuk dan diare pada umumnya tidak memerlukan antibiotik.
Cara Mengganti Gambar Slide Template pada Blog.
template pada blog. Berhubung hari ini tidak ada kerjaan maka tidak ada salahnya aku luangkan waktu sejenak untuk memposting tutorial berikut. Namun, sebelum aku lanjutkan aku berharap agar teman aku dapat melihat postingan ini, agar dapat mengerjakan keluhannya tersebut dengan mudah.
Bagi Anda yang juga mempunyai keluhan yang sama dengan teman aku itu, Anda dapat mengikuti tutorial berikut ini.
1. Login ke akun Blogger Anda
2. Klik Rancangan atau Tata Letak (layout)
3. Klik Edit HTML
4. Tekan Ctrl + F (dimaksudkan untuk memudahkan pencarian)
5. Ketiklah Title (nama) gambar yang akan diubah pada pencarian.
6. Jika gambar anda mirip dengan gambar berikut serta kalimat yang ada di dalam gambar ini sama, coba ketik title berikut "This Is Featured Post 5 Title" pada kotak pencarian Anda.

1. Setelah ketemu Anda dapat mengganti kalimat maupun gambarnya.
2. Ganti url gambar slide template Anda dengan gambar yang Anda inginkan, cara mudah, Anda Upload terlebih dahulu gambar Anda pada website misal di Picassa, Flikr, maupun Photobucket. Selanjutnya copy url-nya dan pastekan pada url gambar yang anda temukan tadi
3. Setelah pengeditan selesai Simpan
Catatan :
- Usahakan gambar yang Anda upload sama ukurannya dengan bambar sebelumnya
- Untuk melihat ukuran gambar sebelumnya, Anda dapat meng-copy url gambarya dan mempastekannya di tab (jendela) baru berowser Anda.
- Setelah itu simpan dan lihat resolusi (ukuran) gambar tersebut.
- Untuk memudahkan dalam pengeditan Lihat gambar berikut.
Mudah bukan, semoga tutorial ini dapat dimengerti dan berguna untuk Anda semua terutama teman aku yang telah menanyakan bagaimana cara mengganti gambar slide pada blog disekolah tadi. Terima kasih
Sumber : www.adaartikel.co.cc
pelayanan kefarmasian untuk penyakit malaria
12:41 AM




















